Ketersediaan Parkir dan Ketertiban Umum

real time gps tracker

Ketersediaan fasilitas parkir kendaraan pada prinsipnya bisa dilakukan di badan jalan (on-street parking) dan di luar badan jalan (off-street parking). Pada kondisi parkir di badan jalan manuver kendaraan yang seharusnya memasuki atau meninggalkan ruang parkir berpotensi menimbulkan gangguan terhadap kelancaran lalulintas akibat berkurangnya sebagian lebar lajur lalulintas yang dipergunakan untuk  manuver. Dampak yang ditimbulkan akan semakin diperparah jika intensitas pergantian parkir (parking turnover) sangat tinggi. Fasilitas parkir di luar badan jalan dibagi menjadi dua jenis, yaitu berupa bangunan parkir (parking garage) dan pelataran parkir (parking lot). Bangunan parkir tidak membutuhkan lahan yang luas namun membutuhkan biaya membangun yang cukup tinggi dengan masa pengembalian modal cukup lama, serta tidak maksimalnya volume tiap lantai bangunan parkir karena sebagian luasan dipergunakan untuk ramp dan tangga Pelataran parkir tidak membutuhkan biaya setinggi bangunan parkir namun membutuhkan lahan yang cukup luas dan pengaturan tampilan muka ruang parkir yang optimal dengan menggabungkan pola sudut parkir dan arah sirkulasi kendaraan di dalam pelataran parkir

Satuan ruang parkir (SRP) adalah ukuran luas efektif untuk meletakkan kendaraan, termasuk ruang bebas dan lebar bukaan pintu. Bisa pula dikatakan bahwa SRP merupakan ukuran keinginan ruang untuk parkir suatu kendaraan dengan nyaman dan aman dengan tinggian ruang yang seefisien mungkin. Untuk merancang suatu fasilitas parkir diperlukan informasi mengenai dimensi kendaraan dan perilaku dari pengemudi (manuver parkir maju atau mundur) berkaitan dengan tampilan muka SRP yang meliputi : sudut parkir, lebar ruang (stall), lebar gang (aisle), dan arah sirkulasi kendaraan.

Penelitian terdahulu mengindikasikan beberapa faktor yang dianggap paling mempengaruhi kemudahan manuver parkir pada pelataran parkir, antara lain kondisi fisik (termasuk skill) pengemudi, kondisi cuaca (panas terik/mendung), dan keberadaan petugas parkir.

Sering kali kendaran yang parkir ini merampas separuh lebar jalan. Hampir semua lebar jalan di PKK (Pusat Kegiatan Kota) Semarang, Yogyakarta, dan banyak lagi kota lain di Indonesia menghadapi persoalan parkir kendaraan. Pembangunan sejumlah bangunan tempat kegiatan umum yang jelas mengundang orang datang, sering tidak menyediakan perpirantian parkir yang cukup sehingga berakibat ‘Pengambilan Paksa’ sebagian lebar jalan untuk parkir kendaraan, walaupun pemilik mambayar jasa parkir, kerugian lalu lintas jauh lebih tinggi daripada uang jasa yang dibayarkan. Jumlah kendaraan yang sangat melonjak menimbulkan berbagai tuntunan baru yang harus dipenuhi atau diimbangi dengan misalnya pelataran jalan, pelebaran, perkerasan, maupun luas jaringannya. Ketersediaanprapiranti dan piranti ini ternyata belum seimbang dengan laju jumlah kendaraan yang terus membengkak. Salah satu piranti yang sering dilupakan adalah pelataran parkir, padahal justru di pusat kegiatan seperti pusat perbelanjaan, pusat hiburan, dan lain sebagainya. Keinginan akan pelataran parkir sangat tinggi. Selain itu keamanan kendaraan juga perlu diperhatikan, untuk alat keamanan kendaraan sebaiknya memasang GPS yang bisa dipesan di www.jualtracker.com atau  bisa menghubungi 08127973005 atau 0816206400.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here